Kopi Gunung Malang Jadi Brand Kopi Arabica di Purbalingga

- 26 Juli 2020, 20:37 WIB
Bupati Purbalingga mwmanen kopi Gunung Malang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Minggu 26 Juli 2020.
Bupati Purbalingga mwmanen kopi Gunung Malang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Minggu 26 Juli 2020. /

Lensa Purbalingga - Kopi Gunung Malang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga menjadi salah satu primadona kopi arabica yang cukup terkenal di Purbalingga bahkan sampai ke luar kota.

Tumbuh di ketinggian 1400 - 1700 mdpl, kopi Gunung Malang memiliki cita rasa yang khas dengan perpaduan rasa manis, pahit dan asam yang menyatu.

Trias Adi Pramono dari Ruang Kopi Purbalingga mengatakan kopi arabica Gunung Malang sudah bisa diterima di pasaran bahkan sudah terkenal di tengah-tengah para pecinta kopi.

Baca Juga: Gedung Kesenian dan Pertemuan Dusun V di Purbalingga Dilengkapi Seperangkat Gamelan

Baca Juga: Luka Akibat Digigit Curut, Sukardjo Dilarikan ke RSUD Gutheng

"Ini menjadi salah satu pintu untuk membuka pasar yang lebih lebar, apalagi kalau sudah sampai masuk 10 besar bahkan 3 besar. Kopi Gunung Malang nanti pasti akan lebih banyak yang mencari," katanya disela-sela kunjungan Bupati Purbalinga Panen Kopi di Gunung Malang, Minggu 26 Juli 2020.

Sementara pada kesempatan itu Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) terlihat begitu antusias memanen kopi arabica Gunung Malang bersama dengan para petani kopi di sana.

Ia juga turut mendengarkan keluh kesah para petani kopi serta permasalahan yang ada untuk dicarikan solusi dan jalan keluarnya.

Baca Juga: Gerindra dan PKS Bangun Poros Baru di Pilkada 2020 Purbalingga, PAN ?

Baca Juga: Aksi Sosial Satlantas Polres Purbalingga,Berikan Bantuan Kepada Sukarjo

"Saya sudah berbincang-bincang dengan pak Karsum (petani kopi, Red), mempelajari kendala dan permasalahan yang ada di sini yang beberapa waktu lalu ada sedikit masalah antara LMDH dengan Perhutani," kata Tiwi.

Ia menuturkan permasalahan tersebut sudah terselesaikan oleh masyarakat setempat dan tidak ada masalah terkait dengan kerjasama dengan Perhutani.

Selanjutnya ia menjelaskan nantinya Pemkab Purbalingga akan memberikan bantuan berupa bibit kopi agar Kopi Gunung Malang semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Awas! Pasien Positif Covid-19 Kabur dari Wisma Atlet

Baca Juga: Aktivitas Gunung Raung, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

"Terlebih ini sudah ada banyak permintaaan baik dari Purbalingga maupun dari luar Purbalingga sehingga apapun harus kita dukung petani-petani kopi Purbalingga," ujarnya.

Ia berharap petani kopi di Purbalingga ke depan bisa lebih sejahtera dan hasil produksinya lebih meningkat.

Apalagi Gunung Malang memiliki potensi alam yang luar biasa, selain kopinya yang sudah terkenal, pemandangannya juga luar biasa indah di kaki Gunung Slamet dan udaranya juga masih bersih.

Baca Juga: Lirik Lagu 'Aduh', Single Terbaru Marion Jola

Baca Juga: [HOAKS] Artikel Pikiran-Rakyat.com Dipelintir, Ini Fitnah Keji kepada Media Mainstream!

"Kalau di Bali itu perkebunan kopi menjadi salah satu destinasi wisata edukasi, jadi nanti ke depan pemerintah akan pikirkan agar bagaimana Gunung Malang bisa menjadi salah satu tempat wisata edukasi khusus untuk kopi," terang Bupati Tiwi.

Suyatno Karsum, petani kopi arabica Gunung Malang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Purbalingga beserta jajarannya untuk ikut serta dalam proses menanam kopi di Gunung Malang sehingga menjadi motivasi dan semangat tersendiri bagi para petani kopi Gunung Malang.

"Jadi ini bisa membantu menepis isu kalau kopi Gunung Malang itu tidak hanya sekedar tulisan saja tapi ada di Purbalingga dan kehadiran Bu Tiwi bisa membantu untuk mengembangkan potensi yang ada di Gunung Malang," kata Karsum.***

Editor: Ipung Sutrisno


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x