Dua RSUD Diminta Tambah Ruang Isolasi Covid-19, Ini Langkah Antisipasi Kenaikan Pasien Positif di Purbalingga

25 Juni 2021, 23:04 WIB
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi didampingi Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Agus Winarno dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) yang juga Plt Direktur RSUD Goeteng Taroenadibrata Hanung Wikantono memantau keberadaan ruang isolasi di dua RSUD, Jumat 25 Juni 2021. /Kurniawan./

Lensa Purbalingga - Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga membuat Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) meminta kepada dua RSUD milik Pemkab menambahkan ruang isolasi.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Purbalingga yang membutuhkan perawatan intensif.

"Dua Rumah Sakit milik Pemkab Purbalingga yaitu, RSUD Goeteng Taroenadibrata dan Panti Nugroho," kata Bupati Tiwi saat melaksanakan pemantauan ke dua rumah sakit tersebut, Jumat 25 Juni 2021.

Baca Juga: Viral di Medsos, Kepala Desa Beserta Perangkatnya Dangdutan Tanpa Kenakan Masker

Tiwi menyampaiakan, rencananya di RSUD Panti Nugroho akan ditambah antara lima sampai sepuluh tempat tidur untuk pasien Covid-19.

"Saat ini dari kapasitas 28 tempat tidur ruang isolasi yang ada, sudah dipakai 18 tempat tidur. Makanya untuk antisipasi perlu adanya penambahan," jelasnya.

Baca Juga: Kasus Korupsi Kantor Kecamatan Purbalingga Terus Berproses, Ini Kata Kejaksaan

Sedangkan di RSUD Goeteng Taroenadibrata saat ini tersedia 72 tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Dari jumlah tersebut sudah terpakai 52 tempat tidur. Rencananya akan disiapkan lagi sebanyak 16 tempat tidur di Bangsal Dahlia.

"Rencana disiapakan 16 tempat tidur lagi. Ruangan isolasi saat ini ada di bangsal Flamboyan, Kenanga dan Menur,” ucapnya.

Baca Juga: Seorang Nakes Meninggal Terpapar Covid-19, Pria Ini Menangis Sesenggukan Disamping Jenazah

Dalam kesempatan tersebut Tiwi mengatakan bahwa pasien yang dirawat di ruang isolasi Covid-19 adalah pasien dengan gejala sedang dan berat.

Sementara untuk pasien dengan gejala ringan disarankan melakukan isolasi mandiri.

“Kendati demikian kami telah menyiapkan eks SMPN 3 untuk ruang isolasi bagi pasien gejala ringan," terangnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Purbalingga Meningkat, Ini Respon Bupati Tiwi

Tiwi juga menyampaikan pemberlakuan PPKM Mikro diperketat, mulai 24-28 Juni 2021 diharapkan bisa menekan penularan Covid-19.

Di masa PPKM Mikro diperketat ini sejumlah pembatasan dilakukan, diantaranya obyek wisata ditutup total dan jam malam diberlakukan.***

Editor: Kurniawan

Tags

Terkini

Terpopuler