Tak Hiraukan Saran PBNU dan PP Muhammadiyah, Jokowi Tetap akan Laksanakan Pilkada Serentak 2020

22 September 2020, 02:19 WIB
Presiden Jokowi instruksikan agar Pilkada serentak 2020 tetap dilaksanakan./Twitter.com/@jokowi /

Lensa Purbalingga - PP Muhammadiyah merilis sebuah pernyataan yang berisi saran kepada pemerintah untuk menunda penyelenggaraan Pilkada serentak 2020 menyusul PBNU yang telah melakukan hal serupa tepat sehari sebelumnya.

Namun, saran dua ormas terbesar di Indonesia tersebut tak dihiraukan sama sekali oleh Presiden Jokowi. 

Presiden Jokowi tetap akan laksanakan Pilkada serentak 2020 meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Paranormal Sebut Sakit pada Pria Asal Cilacap Ini Disebabkan Campur Tangan Makhluk Gaib

Baca Juga: Breaking News: 4 Remaja Tenggelam di Sungai Tajum, 3 Selamat dan 1 dalam Pencarian

Baca Juga: Mencekam, Begini Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Paseban Sejati Kroya Cilacap

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman melalui media rilis yang diunggah di akun Instagram pribadinya @fadroelrachman pada Senin, 21 September 2020.

"Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tetap sesuai jadwal, 9 Desember 2020, demi menjaga hak konstitusi rakyat, hak dipilih dan hak memilih," tulis Fadjroel.

Pelaksanaan Pilkada serentak 2020 ini, tulis Fadjroel, nantinya juga akan menggunakan protokol kesehatan yang ketat dan penerapan sanksi tegas kepada para pelanggar.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Minta Pemerintah Tunda Pilkada Serentak 2020 dan Fokus Tangani Pandemi

Baca Juga: PBNU Minta KPU dan Pemerintah Pusat Tunda Pilkada Serentak 2020

Menurut Presiden Jokowi, pelaksanaan Pilkada ini tidak bisa menunggu pandemi berakhir tidak ada satu negara pun yang tahu kapan berakhirnya.

"Presiden Jokowi menegaskan penyelenggaraan Pilkada tidak bisa menunggu pandemi berakhir, karena tidak satu negara tahu kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Karenanya, penyelenggaraan Pilkada harus dengan protokol kesehatan ketat agar aman dan tetap demokratis," lanjut Fadjroel dalam media rilisnya.

Pemerintah memberikan contoh beberapa negara yang sukses menyelenggarakan Pilkada walaupun di tengah pandemi, seperti Singapura, Jerman, Perancis dan Korea Selatan.

Baca Juga: Guru Besar UIN Jakarta akan Golput di Pilkada 2020 sebagai Ungkapan Solidaritas Kemanusiaan

"Pilkada di masa pandemi bukan mustahil. Negara-negara lain seperti Singapura, Jerman, Perancis, dan Korea Selatan juga menggelar Pemilihan Umum di masa pandemi. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," lanjut Fadjroel.

Dengan adanya media rilis ini, berarti Pilkada serentak yang akan digelar di 270 daerah di Indonesia akan tetap dilaksanakan tanpa ada tapi.***

Editor: Majid Ngatourrohman

Sumber: MEDIA RILIS

Tags

Terkini

Terpopuler